Minggu, 04 Februari 2018

SIM (SISTEM INFORMASI MANAJEMENT)


                                          SISTEM INFORMASI MANAJEMNET 

                                                        SDLC PROTOTYPE

 


 

Di Susun Oleh :
Rachmat Hidayat (15164005)
Tikania Andriyani (16163007)
Nauval
Dosen Pembimbing
Bpk. Asep Jalaludin . S.T M.M



STMIK MIC CIKARANG



 
SDLC itu apa yah ???

SDLC (Software Development Life Cycle) merupakan sebuah siklus hidup pengembangan perangkat lunak yang terdiri dari beberapa tahapan-tahapan penting dalam membangun perangkat lunak yang dilihat dari segi pengembangannya. Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda. SDLC tidak hanya penting untuk proses produksi software, tetapi juga sangat penting untuk proses maintenance software itu sendiri.

PROTOTYPE
SDLC (Software Development Life Cycle) merupakan sebuah siklus hidup pengembangan perangkat lunak yang terdiri dari beberapa tahapan-tahapan penting dalam membangun perangkat lunak yang dilihat dari segi pengembangannya. Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda. SDLC tidak hanya penting untuk proses produksi software, tetapi juga sangat penting untuk proses maintenance software itu sendiri.


Beberapa model prototype
  •   Reusable prototype : Prototype yang akan ditransformasikan menjadi produk final.
  •   Throwaway prototype : Prototype yang akan dibuang begitu selesai menjalankan maksudnya.
  •   Input/output prototype : Prototype yang terbatas pada antar muka pengguna (user interface).
  •   Processing prototype : Prototype yang meliputi perawatan file dasar dan proses-proses transaksi
  •   System prototype : Prototype yang berupa model lengkap dari perangkat lunak.

Proses pada model prototyping
1. pengumpulan kebutuhan 
developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya. Detil kebutuhan mungkin tidak dibicarakan disini, pada awal pengumpulan kebutuhan

 2. perancangan
perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype.

3. Evaluasi prototype
klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan software.

Perulangan ketiga proses ini terus berlangsung hingga semua kebutuhan terpenuhi. Prototype-prototype dibuat untuk memuaskan kebutuhan klien dan untuk memahami kebutuhan klien lebih baik. Prototype yang dibuat dapat dimanfaatkan kembali untuk membangun software lebih cepat, namun tidak semua prototype bisa dimanfaatkan.

Skema umum prototype
Skema dari prototype secara umum adalah sebagai berikut :
 
Prototyping memiliki beberapa keuntungan yaitu:

  •   Pemodelan membutuhkan partisipasi aktif dari end-user. Hal ini akan meningkatkan sikap dan dukungan pengguna untuk pengerjaan proyek. Sikap moral pengguna akan meningkat karena system berhubungan nyata dengan mereka.
  •   Perubahan dan iterasi merupakan konsekuensi alami dari pengembangan system-sehingga end user memiliki keinginan untuk merubah pola pikirnya. Prototyping lebih baik menempatkan situasi alamiah ini karena mengasumsikan perubahan model melalui iterasi kedalam system yang dibutuhkan.
  •   Prototyping adalah model aktif, tidak pasif, sehingga end user dapat melihat, merasakan, dan mengalaminya.
  •   Kesalahan yang terjadi dalam prototyping dapat dideteksi lebih dini
  •   Prototyping dapat meningkatkan kreatifitas karena membolehkan adanya feedback dari end user. Hal ini akan memberikan solusi yang lebih baik.
  •   Prototyping mempercepat beberapa fase hidup dari programmer.

Prototyping memiliki beberapa kekurangan yaitu:

  •   Prototyping memungkinkan terjadinya pengembalian terhadap kode, implementasi, dan perbaikan siklus hidup yang dugunakan untuk mendominasi sistem informasi.
  •   Prototyping tidak menolak kebutuhan dari fase analisis sistem. Prototype hanya dapat memecahkan masalah yang salah dan memberi kesempatan sebagai sistem pengembangan konvensional.
  •   Prototyping dapat mengurangi kreatifitas perancangan.

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar