DI SUSUN OLEH :
1.
SANTO SEP IRWANTO (16163008)
2.
SRI PUJIWATI (16163012)
3.
TIKANIA
ANDRIYANI (16163007)
4.
MAYA
ARDIANI (16163020)
5.
DEWI
YUNI HERAWATI (15163004)
6.
ATI
ARYATI (18163008)
Dosen
Asep
Jalaludin,ST,MM
SEKOLAH TINGGI STMIK MEDIA INFORMATIKA CENDEKIA
TAHUN 2019
LATAR BELAKANG
Sebagai
perusahaan yang bergerak dibidang penjualan mesin pendingin dan jasa service
pendingin, Pit Elektronik dalam menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai
perusahaan memiliki pegawai-pegawai yang berpengalaman dan memiliki keragaman
pengetahuan yang dapat menjadi asset bagi perusahaan dalam meningkatkan
keunggulan dan kualitas kerja pada perusahaan.
Pengetahuan yang
dimiliki oleh tiap tiap karyawan belum dapat terdokumentasi dengan baik
(Sutabri, 2012). Budaya untuk berbagi dan bertukar pengetahuan juga belum mampu
dilakukan sepenuhnya, menurut (Mulyono, Harisno, & Kristianto, 2013)
pengetahuan yang ada pada individu bisa hilang ketika mereka tidak lagi berada
pada jabatan tersebut, sehingga permasalahan yang akan timbul adalah ketika ada
teknisi senior yang mengundurkan diri, dan sudah tidak bekerja lagi di Pit
Elektronik maka ilmu yang dimiliki oleh teknisi tersebut juga akan hilang dan
melekat di teknisi tersebut, sehingga ketika perusahaan tersebut merekrut
karyawan baru, perlu dilakukan training dan pelatihan kembali dari awal.
VISI DAN MISI PT. PIT
ELEKTRONIK
VISI
Menjadikan perusahaan
Bermutu dan Berkualitas
MISI
• Memastikan kepuasan klien
• Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang
profesional yang dilandasi Keimanan dan Ketaqwaan.
• Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana
pelayanan kesehatan yang berkualitas.
• Mengembangkan kemitraan dalam bidang pelayanan
kesehatan, pelatihan, kesehatan yang berkualitas.
• Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berbasis
pada sistem informasi yang terpadu.
PEMBAHASAN
Dalam pengembangan manajemen pengetahuan, Polayi menyatakan
bahwa dia merupakan orang yang pertama memperkenalkan pengetahuan (knowledge)
yang terdiri atas dua jenis, yaitu pengetahuan terbatinkan atau pemikiran
pengetahuan (tacit knowledge) dan pengetahuan yang sudah terekam dan
termodifikasi dalam bentuk dokumen (eksplisit knowledge).
Kedua jenis knowledge tersebut oleh Nonaka dan
Tekeuchi [5] dapat dikonversi melalui empat jenis, yaitu sosialisasi,
eksternalisasi, kombinasi dan internaliasisasi. Dalam konteks manajemen,
aktivitas manajemen pengetahuan merupakan serangkaian tindakan yang saling
mendukung satu sama lain yang bersifat terus-menerus yang selalu ada
keterkaitannya.
Untuk
mendukung proses aktivitas dan pengembangan sumber daya manusia di suatu
organisasi yang merupakan perwujudan dari model socialization, externalization,
combination, internalization (SECI), menurut Nonaka dan Takeuchi [5] digunakan
perangkat teknologi informasi yang ada di organisasi melalui empat cara
konversi atau transfer pengetahuan, sebagaimana pada gambar 2.3 dibawah ini.
Knowledge
management adalah pengelolaan knowledge suatu organisasi
atau perusahaan dalam menciptakan nilai bisnis (business value) dan
menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan (sustainable
competitive advantage) dengan mengoptimalkan proses penciptaan,
pengkomunikasian dan pengaplikasian semua knowledge yang dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan bisnis”.
knowledge management atau manajemen pengetahuan adalah sebuah proses
yang membantu organisasi mengidentifikasi, memilih, mengorganisasikan,
menyalurkan, dan mentransfer informasi penting yang merupakan bagian dari
memori organisasi atau perusahaan dalam menciptakan nilai bisnis (business value) dan
menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan (sustainable
competitive advantage) dengan mengoptimalkan proses penciptaan,
pengkomunikasian dan pengaplikasian semua knowledge yang dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan bisnis”.
yang pada umumnya berada
dalam organisasi dalam keadaan tidak terstruktur.
Perncangan
KMS
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
10-Steps Knowledge Management Road Map
Kesejajaran knowledge menegement system da strategi
bisnis
1. Geser paradigma perusahaan
dari pemrograman strategis ke perencanaan strategis.
2. Meninggalkan praktik desain
system dengan data masa lalu.
3. Melakukan analisis SWOT
berbasis knowledge dan memetakan knowledge perusahaan, pesaing utama, dan
industri secara d. Menganalisis knowledgw-gap dan mengenali bagaimana KM dapat mengisi
gap itu.
4. Menentukan mana yang lebih
sesuai dengan kondisi perusahaan, apakah kodifikasi atau fokus personalisasi.
5. Mennyeimbangkan eksploitasi,
eksplorasi dan pengiriman just-in
time
(JIT) dan just-in-case (JIC) yang didukung oleh KMS.
6. Sebelum mendesain KMS, tentukan
pertanyaan diagnostiknya.
7. Menerjemahkan karakteristik
hubungan KM strategy ke KM system.
8. Mengerahkan inisiatif untuk
membantu menjual proyek KM dalam lingkungan internal.
9. Mendiagnosa dan mengesahkan
strategy-KM link.
Diagram Flowchart
Kegiatan Pengumpulan Data
Kegiatan
|
Identifikasi
|
Survey
|
Menyebarkan questioner kepada 10 orang
teknisi, 2 orang SDH dan 1 orang manager
|
Observasi
|
Melakukan pengaatan aktifitas baik prilaku maupun non perilaku,
seperti mengamati foto-foto kerusakan dan perbaikan, kondisi kantor,
ketersediaan
peralatan dan prasarana.
|
Dokumentasi
|
Penulis mengumpulkan data sekunder berupa foto-foto kerusakan, lokasi
kerusakan, event training bagi karyawan baru, struktur organisasi serta visi
misi
dan latar belakang perusahaan.
|


Tidak ada komentar:
Posting Komentar