Selasa, 21 Mei 2019

Manajemen Pengetahuan


ANALISA PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN SERVICE PT. PIT ELEKTRONIK








               DI SUSUN OLEH :
1.      SANTO SEP IRWANTO (16163008)
2.      SRI PUJIWATI (16163012)
3.      TIKANIA ANDRIYANI (16163007)
4.      MAYA ARDIANI (16163020)
5.      DEWI YUNI HERAWATI (15163004)
6.      ATI ARYATI (18163008)



Dosen
Asep Jalaludin,ST,MM

SEKOLAH TINGGI STMIK MEDIA INFORMATIKA CENDEKIA
TAHUN 2019



 LATAR BELAKANG


Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang penjualan mesin pendingin dan jasa service pendingin, Pit Elektronik dalam menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai perusahaan memiliki pegawai-pegawai yang berpengalaman dan memiliki keragaman pengetahuan yang dapat menjadi asset bagi perusahaan dalam meningkatkan keunggulan dan kualitas kerja pada perusahaan.
Pengetahuan yang dimiliki oleh tiap tiap karyawan belum dapat terdokumentasi dengan baik (Sutabri, 2012). Budaya untuk berbagi dan bertukar pengetahuan juga belum mampu dilakukan sepenuhnya, menurut (Mulyono, Harisno, & Kristianto, 2013) pengetahuan yang ada pada individu bisa hilang ketika mereka tidak lagi berada pada jabatan tersebut, sehingga permasalahan yang akan timbul adalah ketika ada teknisi senior yang mengundurkan diri, dan sudah tidak bekerja lagi di Pit Elektronik maka ilmu yang dimiliki oleh teknisi tersebut juga akan hilang dan melekat di teknisi tersebut, sehingga ketika perusahaan tersebut merekrut karyawan baru, perlu dilakukan training dan pelatihan kembali dari awal.





VISI DAN MISI PT. PIT ELEKTRONIK

VISI
Menjadikan perusahaan Bermutu dan Berkualitas
MISI
      Memastikan kepuasan klien
      Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang profesional yang dilandasi Keimanan dan Ketaqwaan.
      Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang berkualitas.
      Mengembangkan kemitraan dalam bidang pelayanan kesehatan, pelatihan, kesehatan yang berkualitas.
      Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berbasis pada sistem informasi yang terpadu. 



PEMBAHASAN

Dalam pengembangan manajemen pengetahuan, Polayi menyatakan bahwa dia merupakan orang yang pertama memperkenalkan pengetahuan (knowledge) yang terdiri atas dua jenis, yaitu pengetahuan terbatinkan atau pemikiran pengetahuan (tacit knowledge) dan pengetahuan yang sudah terekam dan termodifikasi dalam bentuk dokumen (eksplisit knowledge).
             Kedua jenis knowledge tersebut oleh Nonaka dan Tekeuchi [5] dapat dikonversi melalui empat jenis, yaitu sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi dan internaliasisasi. Dalam konteks manajemen, aktivitas manajemen pengetahuan merupakan serangkaian tindakan yang saling mendukung satu sama lain yang bersifat terus-menerus yang selalu ada keterkaitannya.
            Untuk mendukung proses aktivitas dan pengembangan sumber daya manusia di suatu organisasi yang merupakan perwujudan dari model socialization, externalization, combination, internalization (SECI), menurut Nonaka dan Takeuchi [5] digunakan perangkat teknologi informasi yang ada di organisasi melalui empat cara konversi atau transfer pengetahuan, sebagaimana pada gambar 2.3 dibawah ini.
Knowledge management adalah pengelolaan knowledge suatu organisasi
atau perusahaan dalam menciptakan nilai bisnis (business value) dan
menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan (sustainable
competitive advantage) dengan mengoptimalkan proses penciptaan,
pengkomunikasian dan pengaplikasian semua knowledge yang dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan bisnis”.
knowledge management atau manajemen pengetahuan adalah sebuah proses yang membantu organisasi mengidentifikasi, memilih, mengorganisasikan, menyalurkan, dan mentransfer informasi penting yang merupakan bagian dari memori organisasi 
      yang pada umumnya berada dalam organisasi dalam keadaan tidak terstruktur.


Perncangan KMS













Right Arrow: GAP




Text Box: Sekarang





Flowchart: Merge: KM Road MAP
 







10-Steps Knowledge Management Road Map











 




  
Kesejajaran knowledge menegement system da strategi bisnis

1.      Geser paradigma perusahaan dari pemrograman strategis ke perencanaan strategis.
2.      Meninggalkan praktik desain system dengan data masa lalu.
3.      Melakukan analisis SWOT berbasis knowledge dan memetakan knowledge perusahaan, pesaing utama, dan industri secara d. Menganalisis knowledgw-gap dan mengenali bagaimana KM dapat mengisi gap itu.
4.      Menentukan mana yang lebih sesuai dengan kondisi perusahaan, apakah kodifikasi atau fokus personalisasi.
5.      Mennyeimbangkan eksploitasi, eksplorasi dan pengiriman just-in time (JIT) dan just-in-case (JIC) yang didukung oleh KMS.
6.      Sebelum mendesain KMS, tentukan pertanyaan diagnostiknya.
7.      Menerjemahkan karakteristik hubungan KM strategy ke KM system.
8.      Mengerahkan inisiatif untuk membantu menjual proyek KM dalam lingkungan internal.
9.      Mendiagnosa dan mengesahkan strategy-KM link. 



Diagram Flowchart
 
  
 




Kegiatan Pengumpulan Data

Text Box: Sekarang


Text Box: Sekarang
Kegiatan
Identifikasi
Survey
Menyebarkan questioner kepada 10 orang
          teknisi, 2 orang SDH dan 1 orang manager


Observasi
Melakukan pengaatan aktifitas baik prilaku maupun non perilaku, seperti mengamati foto-foto kerusakan dan perbaikan, kondisi kantor, ketersediaan
          peralatan dan prasarana.     


Dokumentasi
Penulis mengumpulkan data sekunder berupa foto-foto kerusakan, lokasi kerusakan, event training bagi karyawan baru, struktur organisasi serta visi misi
          dan latar belakang perusahaan.    
 











Tidak ada komentar:

Posting Komentar