SISTEM INFORMASI MANAJEMNET
SDLC PROTOTYPE
Di Susun Oleh :
Rachmat Hidayat (15164005)
Tikania Andriyani (16163007)
Nauval
Dosen Pembimbing
Bpk. Asep Jalaludin . S.T M.M
STMIK MIC CIKARANG
SDLC itu apa yah
???
SDLC (Software
Development Life Cycle) merupakan sebuah siklus hidup pengembangan perangkat
lunak yang terdiri dari beberapa tahapan-tahapan penting dalam membangun
perangkat lunak yang dilihat dari segi pengembangannya. Dengan siklus SDLC,
proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang
besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda. SDLC tidak hanya
penting untuk proses produksi software, tetapi juga sangat penting untuk proses
maintenance software itu sendiri.
PROTOTYPE
SDLC (Software
Development Life Cycle) merupakan sebuah siklus hidup pengembangan perangkat
lunak yang terdiri dari beberapa tahapan-tahapan penting dalam membangun
perangkat lunak yang dilihat dari segi pengembangannya. Dengan siklus SDLC,
proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang
besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda. SDLC tidak hanya
penting untuk proses produksi software, tetapi juga sangat penting untuk proses
maintenance software itu sendiri.
Beberapa model
prototype
- Reusable prototype : Prototype yang akan ditransformasikan menjadi produk final.
- Throwaway prototype : Prototype yang akan dibuang begitu selesai menjalankan maksudnya.
- Input/output prototype : Prototype yang terbatas pada antar muka pengguna (user interface).
- Processing prototype : Prototype yang meliputi perawatan file dasar dan proses-proses transaksi
- System prototype : Prototype yang berupa model lengkap dari perangkat lunak.
Proses pada
model prototyping
1.
pengumpulan kebutuhan
developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya. Detil kebutuhan mungkin tidak dibicarakan disini, pada awal pengumpulan kebutuhan
developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya. Detil kebutuhan mungkin tidak dibicarakan disini, pada awal pengumpulan kebutuhan
2.
perancangan
perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang
diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype.
3. Evaluasi
prototype
klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan software.
klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan software.
Perulangan
ketiga proses ini terus berlangsung hingga semua kebutuhan terpenuhi.
Prototype-prototype dibuat untuk memuaskan kebutuhan klien dan untuk memahami
kebutuhan klien lebih baik. Prototype yang dibuat dapat dimanfaatkan kembali
untuk membangun software lebih cepat, namun tidak semua prototype bisa
dimanfaatkan.
Skema umum
prototype
Skema dari prototype
secara umum adalah sebagai berikut :
Prototyping
memiliki beberapa keuntungan yaitu:
- Pemodelan membutuhkan partisipasi aktif dari end-user. Hal ini akan meningkatkan sikap dan dukungan pengguna untuk pengerjaan proyek. Sikap moral pengguna akan meningkat karena system berhubungan nyata dengan mereka.
- Perubahan dan iterasi merupakan konsekuensi alami dari pengembangan system-sehingga end user memiliki keinginan untuk merubah pola pikirnya. Prototyping lebih baik menempatkan situasi alamiah ini karena mengasumsikan perubahan model melalui iterasi kedalam system yang dibutuhkan.
- Prototyping adalah model aktif, tidak pasif, sehingga end user dapat melihat, merasakan, dan mengalaminya.
- Kesalahan yang terjadi dalam prototyping dapat dideteksi lebih dini
- Prototyping dapat meningkatkan kreatifitas karena membolehkan adanya feedback dari end user. Hal ini akan memberikan solusi yang lebih baik.
- Prototyping mempercepat beberapa fase hidup dari programmer.
Prototyping
memiliki beberapa kekurangan yaitu:
- Prototyping memungkinkan terjadinya pengembalian terhadap kode, implementasi, dan perbaikan siklus hidup yang dugunakan untuk mendominasi sistem informasi.
- Prototyping tidak menolak kebutuhan dari fase analisis sistem. Prototype hanya dapat memecahkan masalah yang salah dan memberi kesempatan sebagai sistem pengembangan konvensional.
- Prototyping dapat mengurangi kreatifitas perancangan.